Sarira

Senin, 21 Juni 2021 | Penulis: Komang Astiari | Fiksi & Non Fiksi

Penulis

Sarira

Oleh: Komang Astiari

Sarira...
Sarira...
Sarira...
Aku tak pernah benar-benar lahir.
Pun tak pernah benar-benar mati.

Sang waktu membungkusku.
Pada sebuah rupa halus. Halus tak mampu didekap. 
Hening. Sehening kidung kerinduan. Sehening  pikiran mereka yang tercerahkan.. para penerima wahyu Tuhan. 
Tak ruai oleh gaduh.
Tak basah oleh air. 
Tak tersundut bara agni. 
Tak tersayat teriris oleh senjata.

Lalu Sang kala membentukku. 
Menjelma raga aku. Pertama berlaga aku, dalam entitas padatku. 
Wujud kasarku. 
Menjelma tanah. Terjamah air. 
Terbalut darah. Tersaput kelenjar. 
Hangat oleh api.
Dalam suka dan juga cita, lahir embusan nafas halus namun indah. Padaku pula...
Semesta mengijinkan ratusan helai rambut tumbuh di setiap jengkal tubuh. 
Aku yang menyusuri bumi..
Dalam ke-aku-an-ku.

Semesta berbisik takdir. 
Ketika tiba saatnya. 
Semua yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah. 
Semua milik mentari akan pupus melebur bersama angin.
Begitulah aku terjelma.
Begitulah aku sirna. 
Seperti kehendak langit.
Kembali pada sang kala Yang berkuasa. Kembali pada sang kala yang tak pernah usai. 

Sarira...
Sarira..
Sarira...

Aku tak pernah benar-benar lahir.
Pun tak pernah benar-benar mati.