Cinta

Senin, 21 Juni 2021 | Penulis: Ilina Marinda Handjojo | Gaya Hidup

Fell Free without Mask

CINTA

19.06.2021

 

Apa arti sebuah cinta buat kamu?

Deg serasa jantungku berhenti ketika ada pertanyaan seperti itu dilontarkan kepada ku, setelah mengarungi bahtera rumah tangga bertahun-tahun rasanya kalimat itu semakin menjauh dan menjauh dari kehidupan ku , kesibukan makin melanda dan menenggelamkan kami hanya demi sebuah alasan yang klise “Uang” dan demi “anak-anak” , kami rela menukarkan waktu dan tenaga kami demi uang yang hanya bisa diam seribu bahasa dalam kehidupan kami tapi anehnya walaupun hanya secarik kertas dan lemah secara fisiknya dan tipis tapi  dia mampu mengubahkan hidup ku dan cintaku.

Tak terasa sudah hampir dua tahun Pandemic corona ini terjadi dan begitu banyak keluarga merasa aneh dengan pasangannya , yang tadinya hanya berjumpa dipagi hari dan malam hari dalam keadaan capek ,seolah-olah mereka baik-baik saja dan  tiada pertengkaran yang terjadi karena jarang bicara dan jarang bertemu, ketika pandemic corona datang dan semua manusia harus diam dirumah mulailah keributan terjadi dan terjadilah keanehan-keanehan yang mulai dirasakan dan membuat tidak nyaman bagi para pasangan yang kerjanya melebihi yang punya perusahaan dan fenomena baru itulah yang membuat mereka tersadarkan bahwa  selama ini sudah banyak terjadi perubahan dari diri pasangan dan lucunya mereka selama ini malah lebih hafal sifat dan kesukaan teman kantor daripada pasangan sendiri , oleh karena itu tidak lah heran jika ruang hijau sekarang  banyak didominasi pasangan yang ingin  mengajukan cerai dimasa pandemic corona ini karena merasa asing satu dengan yang lain dengan dalih tidak ada lagi kecocokan diantara kita.

Jadi pandemi corona ini membuat saya berfikir masih adakah cinta untukmu, semakin dalam semakin dalam saya berfikir dan merenungkan arti sebuah cinta untukku dan dia, dan aku merasakan bahwa cinta itu tiada lagi seperti dahulu ketika kami masih sama-sama berjiwa muda .cinta bergelora, panasnya bagaikan api yang membara tetapi sekarang yang aku bisa rasakan tentang cinta adalah kamu, ya kamu adalah isi dari rumah itu , kamu adalah mahkluk yang tidak bisa aku hilangkan dari kehidupaanku karena kamu berhasil membuat pohon keluarga kita berbuah manis, karena kamu juga lah aku merasa dibutuhkan ,karena kamu lah aku menjadi diriku sendiri dan karena kamu juga aku bisa mengekspresikan diriku sebagaimana aku ada dan satu kalimat inilah yang pantas aku berikan kepada mu cintaku bahwa kamu lah tempat aku harus pulang. Dan aku mohon kepadamu cinta “menualah bersamaku”.

Ilina marinda