Kuliah Umum dari Pusat Kajian Pariwisata, Denpasar Institute : Being a Story Teller in Hospitality Industry

Senin, 13 September 2021 | Penulis: Putu Agnatya Mahadi Putri | Fiksi & Non Fiksi

Poster Pengumuman

Pada tanggal 10 November 2021, Program Pusat Kajian Pariwisata Nusantara Denpasar Institute menggadakan Kuliah umum dengan topic Being a Story Teller in Hospitality Industry Kuliah umum ini bersifat terbuka untuk umum sebagai bentuk nyata partisipasi Denpasar Institute dalam membangkitkan dan menggembangkan industri Pariwisata.

Dilaksanakan secara semi-daring, kegiatan ini berlangsung di Munduk Moding Plantation & Munduk Coffe, Asah Gobleg, Buleleng, yang terbuka secara umum melalui Instagram live Denpasar_institute. Kuliah umum ini juga dihadiri juga oleh direksi –direksi Munduk Moding Plantation &  Munduk Coffe, bapak Gede Supartawa selaku Executive Assistant Manager dan Bapak I Wayan Gempa selaku Human Resource Manager. Kegiatan berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat seperti menjaga jarak, pengecekan suhu, mencuci tangan.

Kuliah umum ini dibawakan oleh Dr. Nengah Laba yang merupakan Dosen dari Unibersitas Dhyana Pura sekaligus kepala konsultan dari Denpasar Institute. Kuliah umum ini menyoroti pentingnya kemampuan untuk melakukan “storytelling” dalam melakukan soft-selling dalam industry Pariwisata. Kegiatan ini yang dibuka dengan sesi berbagi pengalaman dengan mahasiswa-mahasiswi dari Denpasar Hotel School dan staff Munduk Moding Plantation & Munduk Coffe.

Dibawakan dengan santai dan penuh tawa, Dr. Laba menggungkapkan “Hospitality is experience and expression” yang berarti sebagai pelaku pengembang pariwisata terutama di Bali kita harus mampu menyampaikan “experience” dan “expression” itu dengan “storytelling”

“Mereka suka mendengar story mu, not some basic question, they love when you tell a story about experience”

Melalui “storytelling” ini kita bisa menyampaikan “PIS” yaitu Product, Informasi dan Service yang bisa mereka dapatkan, selain itu cirikhas dan kualitas dari product atau jasa itu sendiri. Secara singkat “storytelling” adalah skill marketing yang bisa diterapkan dan efisien dalam menyentuh sisi sentimental customer