Milenials & Gen Z, siap bersaing di era globalisasi?

Jumat, 26 November 2021 | Penulis: Forpin | Fiksi & Non Fiksi

globalisasi

titik sentral pembangunan adalah pemberdayaan SumberDaya Manusia (SDM) termasuk tenaga kerja, baik sebagai sasaran (obyek) pembangunan , maupunsebagai pelaku (subyek) dan penikmat pembangunan. Dengan demikian pembangunan ketenagakerjaanmerupakan salah satu aspek pendukung keberhasilan pembangunan nasional.Secara umum permasalahan ketenagakerjaan yang dihadapi saat ini antara lain pengangguran yangcukup tinggi, kualitas SDM dan produktivitas tenaga kerja yang relative rendah, serta belummemadainya perlindungan terhadap tenaga kerja termasuk tenaga kerja Indonesia di luar negeri, selainmasih besarnya jumlah masyarakat penyandang kemiskinan. Beban ini semakin tidak ringan dengandihadapkannya bangsa ini pada era globalisasi, yang disatu sisi merupakan peluang, namun di lain sisidapat menjadi ancaman bila tidak mempersiapkan diri.

Dalam era globalisasi yang dikenal dengan liberalisasi ekonomi atau perdagangan bebas khususnyabidang jasa tenaga kerja, tenaga kerja Indonesia dituntut harus mampu bersaing dengan tenaga kerjadari Negara lain. Persaingan bagi tenaga kerja diluar negeri, yang apabila tidak ditingkatkan kualitasnyamaka kesempatan kerja yang ada didalam negeripun akan diisi oleh tenaga kerja asing yang lebih baikdan lebih berkompeten. Dalam arus perdagangan bebas akan terjadi persaingan antar Negara yangsemakin ketat dan setiap Negara dituntut untuk dapat berkompetisi. Agar hasil produksi barang dan jasameningkat dan dapat bersaing, maka efisiensi dalam proses produksi perlu menjadi persyaratan utamayang harus dilakukan. Dan kata kunci dari efisiensi, adalah penggunaan teknologi yang tepat dandikuasai oleh SDM yang ada. Oleh karena itu dalam perdagangan bebas pembangunan SDM menjadisangat penting, terutama SDM sebagai pelaku pembangunan atau tenaga kerja. Untuk itu, Milenials dan Gen Z harus siap bersaing di tengah era Globalisasi, salah satu industri yang pergerakannya cepat dan dinamis adalah Pariwisata, dengan adanya persaingan tenaga kerja di era globalisasi, secara otomatis standarisasi tenaga kerja mulai berganti, dengan sertifikasi dari BNSP saja tidak cukup untuk melalang buana di tengah era globalisasi, maka dari itu guna menjawab persaingan di tengah era globalisasi ini salah satu lembaga vokasi yang bergerak di bidang pelatihan perhotelan, Denpasar Hotel School baru saja secara resmi meluncurkan  program BRATA (Be Resilience Adaptive Talent) Class, yang mana merupakan program 1 tahun setara Diploma 1 yang secara exclusive  merangkum seluruh jurusan di perhotelan seperti: Bartender, F&B Service, Housekeeping dan Culinary Arts. Program BRATA Class ini dirancang untuk dapat di ikuti baik lulusan SMA, SMK atau Kejar Paket. selain kompetensi yang komplit, program ini menawarkan beasiswa sebesar Rp. 4.000.000 juta dengan cukup melampirkan:

  • Transkrip nilai 
  • Mengikuti tes masuk bahasa inggris
  • Bukti Keanggotaan STT (bila ada)
  • Biaya pendaftaran Rp.300.000 (GRATIS bagi 20 pendaftar pertama)

Keunggulan Program ini:

  • Instruktur berasal dari praktisi (kapal pesiar, alumni kampus di jerman dan canada)
  • Instruktur berlatar belakang pendidikan D4,S1,S2 dan S3
  • Mempunyai e-learning sendiri sehingga siswa dapat lebih mudah mengakses materi-materi kelas
  • Bekerjasama dengan industri dan mengadakan praktek langsung di industri
  • Garansi mendapatkan On the job training sesuai kriteria mahasiswa/i
  • Prioritas dalam mendaftar pada program On the job training di luar negeri (Middle east, maldives dan lainnya)
  • Prioritas pengurusan dokumen hingga keberangkatan ke kapal pesiar

Bagi yang berminat mendaftar, dapat klik link ini atau informasi lebih lanjut klik link ini